Header AD

header ads

Menpar Arief Yahya Menjadi Keynote Speaker Pada VITO Annual Meeting Di Batam

Keprievent.com – Hari ini, Rabu (10/4), Vito Annual Meeting digelar di Batam, yang Keseluruhan acara berlangsungkan di Hotel Raddison Batam, mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Untuk itu, Menpar Arief Yahya bertolak dari Jakarta menuju Batam untuk melakukan kunjungan kerja, yang salah satu agenda beliau hari ini adalah menjadi Keynote Speaker pada Vito Annual Meeting ini.


VITO atau Visit Indonesia Tourisme Officer adalah perwakilan promosi wisata di mancanegara.  Kinerjanya VITO fokus pada segmen media dan industri pariwisata di luar negeri. Kepada wartawan di sela–sela acara, Menteri Pariwisata mengatakan, VITO adalah salah satu langkah untuk mencapai target kunjungan wisatawan di angka 20 juta pada tahun 2019. VITO diharapkan bisa mengerjakan promosi pariwisata Indonesia secara efektif yang dapat diterima di pasar internasional.

VITO diawali di 3 negara dan sejak dimulainya tahun 2005 yang lalu, VITO sekarang sudah berada di 13 negara, antara lain Singapura, Malaysia, Australia, dan Tiongkok termasuk Jepang dan Jerman.

Berdasarkan data BPS dan Pusdatin Kemenpar, tercatat kunjungan wisman pada Oktober 2014 sebanyak 808.767 wisman. Artinya angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 12,34 persen dibandingkan Oktober 2013 sebanyak 719.903 wisman. VITO dinilai memberikan kontribusi terhadap jumlah turis mancanegara ke Indonesia.

Keseriusan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam menyebarkan virus Wonderful Indonesia di pasar-pasar utama terus dilakukan. Salah satunya adalah secara resmi berdirinya kantor Wonderful Indonesia Tourism Office (WITO) di Singapura.

Bukan berarti kita tidak cinta Indonesia karena menjadikan Singapura sebagai Tourism Hub. Hal ini tidak terkait dengan nasionalisme. Ini murni strategi marketing Menpar Arief Yahya untuk mengejar target kunjungan 20 juta wisman 2019. 

Ada beberapa alasan Singapura dijadikan transportation hub dan tourism hub, sehingga harus punya kantor VITO di sana.

Pertama, direct flight tidak cukup seats capacity-nya. Karena itu harus menggunakan transit ke Singapura, Malaysia dan Bangkok, sebelum terbang ke Indonesia. Kedua, pasar nyata yang dekat dengan Kepri, Batam-Bintan adalah Singapura. Singapura punya lebih dari 18 juta wisman setahun yang datang. Juga hampir 6 juta warga singapura. Dari sanalah wisatawan itu dialirkan ke Indonesia, Sekaligus menggunakan konsep crossborder di zona barat. Program ini ditargetkan ada tambahan 1 juta wisman. Plus hot deals yang menggarap Singaporean dengan paket yang murah meriah. Istilahnya Pak Menpar adalah: Menjaring ikan di kolam tetangga yang sudah banyak ikannya.

“Target 1 juta wisatawan untuk Program Tourism Hub, yakni wisman non Singaporean yang sedang atau akan berwisata di Singapore itu, Target  Program Hot Deals 1 juta wisman lagi untuk Singaporean atau warga Negara Singapore dan expatriate yang tinggal di Singapore.” kata Menpar Arief Yahya.

“Tahun 2018, tercatat menghasilkan wisman 688.946 orang, hampir 700 ribu orang. Sampai dengan 20 Februari 2019 ini, sudah ada 117.671 wisman yang terjaring melalui program ini. Tahun ini kita lanjutkan konsep Hot Deals dengan sasaran pasar Singaporean. Khusus pasar Singapore, selama ini sukses disentuh dengan skema Hot Deals di Kepri, terutama Batam dan Bintan. Nah, untuk pasar non Singaporean yang sudah berada di Singapore, dibuatkan program khusus dengan nama Tourism Hub” ungkap Menpar Arief Yahya.

“Seperti diketahui, tahun 2018, Singapore Tourism Board mencatat ada 18 juta wisatawan yang masuk ke Singapore. Selain itu ada 6 juta penduduk Singapore atau Singaporean. Itu adalah crowds wisatawan, atau pasar potensial yang sudah ngumpul, dan lokasinya dekat dengan Kepri, jadi targetnya adalah wisatawan yang sudah dan akan berkunjung di Singapore.” kata Menpar Arief Yahya.(**)

@Bams@2018

Menpar Arief Yahya Menjadi Keynote Speaker Pada VITO Annual Meeting Di Batam Menpar Arief Yahya Menjadi Keynote Speaker Pada VITO Annual Meeting Di Batam Reviewed by bams nektar on April 09, 2019 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads