Header AD

header ads

Konsulat Thailand Diguncang Tobelo dan Maumere Kontingen Pramuka Indonesia

Keprievent.com - Kontingen pramuka Indonesia disambut dengan hangat di Konsulat Republik Indonesia untuk Songkhla, Thailand, Kamis (20/6) setelah mengikuti The Scout Jamboree Celebration For The Coronation of King Rama, di Provinsi Songkhla, Thailand.


Di konsulat RI ini, kontingen Indonesia disambut langsung oleh konsul jenderal RI untuk Songkhla, Kak Fachry Sulaiman beserta jajarannya dengan penuh sukacita.

Pertemuan antara kontingen pramuka Indonesia dengan pihak konsulat ini sekaligus untuk mohon diri guna kembali pulang ke Indonesia. Pertemuan berlangsung dengan penuh keakraban dan diwarnai dengan canda tawa. Apalagi pada dasarnya Kak Facry Sulaiman juga berlatar belakang seorang pramuka.

Acara dimulai dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa. Lalu delegasi pramuka Lampung mempersembahkan Tari Sigeh Pengunten bagi para hadirin sebagai penghormatan. Kemudian disambung dengan kata sambutan oleh Kak Rio Ashadi selaku Head of Contingent yang bertanggung jawab atas kontingen Indonesia dalam kegiatan jambore ini.
Tari Sigeh Pengunten dari Lampung.

Dalam sambutannya, Kak Rio Ashadi menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar kepada KJRI Songkhla. "Kami sangat mengapresiasi segala bantuan yang telah diberikan oleh KJRI selama kontingen berada di Songkhla. Mulai dari saat kontingen masuk ke perbatasan Thailand melalui Malaysia, hingga kontingen mengikuti kegiatan di bumi perkemahan Samila Beach," katanya.

"Bukan hanya itu, ikatan ibu- ibu dharmawanita KJRI Songkhla-pun juga sangat memperhatikan kontingen kita di lokasi jambore, dengan datang langsung mengunjungi adik- adik," timpalnya.

Kedua pihak, yakni KJRI Songkhla dan kontingen pramuka Indonesia saling bertukar souvenir sebagai kenang- kenangan dalam kesempatan kunjungan ke KJRI ini.

Dalam sambutannya, Kak Fachry Sulaiman membukanya dengan memperkenalkan semua anggota staff yang ada di KJRI Songkhla, yang hadir siang itu.

Pada kesempatan itu Kak Fachry Sulaiman memberi penjelasan kepada kontingen pramuka Indonesia tentang seputar konsulat, untuk menambah wawasan mereka tentang perwakilan suatu negara di luar negeri ini.
Kak Fachry selaku Konjen Songkhla memberikan sambutan.

Menurut Kak Fachry Sulaiman, tugas dan fungsi konsulat antara lain adalah mewakili negara. Untuk itu segala macam lambang dan identitas negara, seperti bendera, foto presiden, dan sebagainya ada di kantor ini.

"Fungsi lainnya konsulat adalah bernegosiasi untuk dan atas nama negara yang diwakilinya. Selanjutnya konsulat juga melindungi warga negaranya dan termasuk semua kepentingan negara. Konsulat juga bertugas untuk mempromosikan hubungan persahabatan yang baik dengan negara tempat ia berada," beber Kakak yang akrab dipanggil dengan sebut nama Kak Fachry ini.

"Selain tugas- tugas yang sudah sudah disebutkan di atas, konsulat juga mempunyai tugas tambahan, yakni dalam bidang pelaporan dan manajemen, seperti mengatur pengeluaran dan biaya- biaya operasional," jelas Kak Fachry panjang lebar.

Di tengah- tengah penjelasan Kak Fachry, tujuh orang panitia jambore Thailand datang berkunjung ke KJRI Songkhla, dan langsung disambut dengan hangat oleh kontingen pramuka Indonesia dengan menyanyikan lagu "Selamat Datang Kakak".
Panitia jambore dari Thailand memperlihatkan badge kontingen Indonesia yang baru saja mereka terima sebagai kenang- kenangan.

Dalam kesempatan siang itu, KJRI Songkhla juga telah menyediakan berbagai macam hidangan bagi kontingen pramuka Indonesia. Yang menarik, hidangan ini sepenuhnya khas selera Indonesia. Mulai dari soup, ayam goreng, ikan asin, tahu dan tempe, lengkap juga dengan kerupuk dan sambal tradisionalnya.

Hidangan tersebut mampu mengobati "dahaga" akan selera kampung halaman, setelah dalam beberapa hari belakangan kontingen ini selalu disuguhkan makanan dengan cita rasa Thailand.

Sehabis makan siang bersama dengan KJRI Songkhla dan panitia jambore Thailand, dimulailah acara kesenian. Tampil dalam acara ini beberapa orang pramuka yang membawakan beberapa lagu.
Makan siang bersama di KJRI Songkhla, Thailand.

Sesi kesenian ini bertambah heboh dengan joget bersama kontingen pramuka bersama staff KJRI Songkhla ketika lagu "Hioko Tobelo" diputar. Semua hadirin bergoyang serentak mengikuti irama musik yang terdengar.

Bait- bait dari syair lagu Hioko Tobelo II yang keluar dari pengeras suara tersebut mampu memanaskan suasana di ruang utama KJRI Sonhkhla.

Balayar jau, balayar jau kas tinggal kampung jauh disana sio mama.

Adede pe lama, ade de pe lama apa tempo kita bale ulang kasana Tobelo salalu tabayang.

Ta bariundu, ta barindu Tobelo so jauh dimata sio mama.

Ado do kasing, ado do kasiang kita rindu pa ngoni samua.

Goyang Tobelo ini tak terlepas dari lagu Hioko Tobelo II. Tobelo merupakan ibukota dari Provinsi Maluku Utara. Uniknya, walau berasal dari Maluku Utara, lagu Hioko Tobelo II ini malah boomingnya dimulai dari Kota Ambon Manise.

Hal ini bisa jadi dikarenakan keterikatan Kultur, Sosial Budaya antara Maluku dan Maluku Utara yang dulunya menjadi satu provinsi. Inilah yang  membuat masyarakat Kota Ambon begitu menyukai Goyang Tobelo ini. Dari Ambon, Goyang Tobelo merambah ke kota- kota lainnya, sampai akhirnya goyang ini dikenal di seluruh Indonesia.

Lagu Hioko Tobelo II diciptakan oleh Kelvin Fordatkosu kelahiran Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku pada 23 Agustus 1990. Kelvin Fordatkosu merupakan enyanyi  yang mengusung genre Hip-hop, Pop, R&B Soul Ambon Manise.

Goyang Tobelo bukan saja disukai oleh masyarakat awam, namun para pejabat dan semua strata sosial banyak yang menyukai goyang ini. Hal ini dikarenakan Goyang Tobelo adalah goyang yang sederhana dan santai, sehingga mudah diikuti dan diingat oleh orang yang menarikannya. Apalagi Goyang Tobelo ini juga diiringi oleh musik ceria, sehingga yang mengikuti goyang inipun turut larut dalam keceriaan.

Lepas dari Goyang Tobelo, hadirin kembali dihanyutkan lebih jauh dan lebih dalam keriangan "Goyang Maumere". Suasana lebih heboh lagi dari sebelumnya, sampai- sampai lagu Goyang Maumere harus diputar untuk kedua kalinya. Kehebohan tersebut tentu saja meningkat intensitasnya pada saat lagunya mencapai bait- bait pada reff- nya.

Goyang ke kiri,hey...
Nona manis goyanglah ke kiri, ke kiri, ke kiri, ke kiri dan ke kiri, ke kiri , ke kiri , ke kiri manise

Goyang ke kanan, hey...
Nona manis goyanglah ke kanan, ke kanan, ke kanan, ke kanan dan ke kanan, ke kanan, ke kanan ke kanan manise
Goyang Maumere.

Semua larut dalam keceriaan dan kegembiran di KJRI Songkhla.

Kunjungan kontingen Indonesia ke KJRI Songkhla ini ditutup dengan foto bersama anggota kontingen dengan konjen Indonesia di Songkhla dengan latar belakang Lambang Negara Indonesia yang terpajang dengan gagahnya di dinding depan konsulat.

Selanjutnya kontingen Indonesia berpamitan kepada Kak Fachry selaku konjen, karena bus yang membawa kontingen sudah menunggu, untuk membawa kontingen menuju Malaysia, lalu ke Singapura, untuk kemudian pulang kembali menuju tanah air tercinta.(**)
Konsulat Thailand Diguncang Tobelo dan Maumere Kontingen Pramuka Indonesia Konsulat Thailand Diguncang Tobelo dan Maumere Kontingen Pramuka Indonesia Reviewed by bams nektar on June 20, 2019 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads