Header AD

header ads

Seni dan Kembang Api Menghiasi Kemeriahan Penutupan Jambore Thailand

Keprievent.com - The Scout Jamboree Celebration For The Coronation of King Rama, yang diadakan di Samila Beach, Kota Songkhla, Thailand, resmi ditutup pada Rabu (19/6) malam ini.


Jambore yang berlangsung dari 16-20 Juni 2019 Ini, ditutup dengan seremoni yang meriah dan dihadiri oleh seluruh peserta jambore yang hadir, termasuk kontingen luar negeri, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Acara dibuka dengan penghormatan oleh ketua panitia secara simbolis kepada Maha Vajiralongkorn yang baru saja dinobatkan menjadi Raja Thailand bergelar King Rama X pada Sabtu (4/5/2019) yang lalu.
Penampilan seni budaya di penutupan jambore Thailand.

Ketua panitia melaporkan jalannya jambore kepada Raja Thailand tersebut dengan menghadap kepada singgasana yang berisi bunga- bunga dengan latar belakang potret sang raja yang berukuran raksasa di belakang singgasana tersebut.

Mangkatnya raja terdahulu, yang merupakan ayahandanya, Raja Bhumibol Adulyade, yang wafat pada Oktober 2016 lalu karena sakit, mengantarkan Maha Vajiralongkorn ke tahta kerajaan Dinasti Chakri yang sudah berkuasa di Negeri "Gajah Putih" sejak tahun 1782 silam.

Maha Vajiralongkorn dinobatkan sebagai Raja Thailand dalam upacara yang berlangsung hingga tiga hari lamanya. Jambore di Songkhla, Thailand ini adalah salah satu event yang diadakan dalam rangka merayakan penobatan Raja Thailand ini oleh para pramuka negara tersebut, dengan mengundang pramuka negara Asia lainnya, termasuk pramuka Indonesia.

Setelah laporan oleh panitia dilaksanakan, layar LCD di panggung utama menayangkan sekilas perjalanan hidup sang raja, yang melingkupi aksi- aksi kegiatan sosial yang beliau adakan, seremoni di istana negara, parade- parade yang beliau jalani, serta tentunya upacara penobatan beliau sendiri.

Beberapa saat kemudian, peserta dihibur oleh sekelompok penari tradisional Thailand yang tampil membawakan paling kurang tiga tarian di panggung utama. Tarian inipun sekilas bercerita tentang kebahagiaan warga Thailand dalam menyambut penobatan raja baru mereka.

Sesi berikutnya diisi dengan penampilan dari masing- masing perwakilan negara peserta jambore untuk menceritakan pengalaman mereka dalam bahasa Inggris, selama mengikuti jambore di Songkhla ini. Dalam sesi ini, kontingen Indonesia diwakili oleh Meina Rahma Kusuma, Kelas XI. IPA. 3 SMA PPMI Assalaam Solo.
Meina Rahma Kusuma mewakili kontingen Indonesia dalam memberikan kesan di penutupan jambore.

Penyerahan dan pertukaran cindera mata menjadi urutan selanjutnya dalam penutupan jambore ini.

Plakat dan cendera mata tersebut diserahkan oleh Dr. Anatachai Rattakul Mewakili National Scout Organization of Thailand (NSOT) kepada seluruh perwakilan pramuka dari beberapa provinsi di Thailand, sebagai bentuk penghargaan telah ikut mensukseskan acara jambore ini, tidak tertinggal juga perwakilan pramuka dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Plakat dan penghargaan yang diberikan untuk kontingen Indonesia diterima oleh Kak Rio Ashadi selaku Andalan Nasional, Anggota Komisi Binamuda, yang dalam perjalanan kontingen ini juga menjabat selaku Head of Contingent.
Penyerahan plakat penghargaan untuk kontingen Indonesia.

Salah satu peserta yang berasal dari delegasi Lampung, Dela Yutiva yang mewakili SMPN 1 Pakuan Ratu mengatakan, perpisahan dengan teman- teman dari negara lain tentunya menimbulkan kesedihan. "Dalam beberapa hari berkegiatan ini sudah terjalin persabatan di antara kita dengan teman- teman dari Malaysia, Brunei, dan terutama dengan teman- teman yang banyak dari Thailand," katanya.

"Selain itu kita juga harus berpisah esok hari dengan teman- teman kwarcab lainnya di Indonesia yang juga ikut bergabung di dalam jambore ini," ujarnya.

"Namun di sisi lain kita juga gembira, karena dengan mengikuti kegiatan ini teman kita bertambah dari kwarcab lainnya di Indonesia, dan tentunya juga dari negara tetangga," bebernya.
Para peserta bergandeng tangan disaat perpisahan.

Pesta kembang api di penutupan jambore Thailand.

Sementara itu, rasa sedih bercampur bahagia jelas terlihat di wajah- wajah para peserta jambore sesaat sebelum acara berakhir.

Panitia mengajak seluruh peserta untuk bergandengan tangan sambil menyanyikan lagu perpisahan dalam bahasa Thailand dengan ritme lagu perpisahan yang sama dengan yang kita bawakan di Indonesia.

Setelah pengulangan lagu perpisahan tersebut untuk yang kedua kalinya, langit Songkhla tempat penutupan acara jambore dihelat kemudian dipenuhi dengan taburan warna- warni kembang api. Bersamaan dengan pesta kembang api tersebut, acara ditutup, dan para peserta mulai bersalaman, berpelukan, dan berfoto bersama. Tidak sedikit diantara mereka juga ada yang meneteskan air mata sebagai tanda perpisahan.
Para peserta berfoto bersama sebelum berpisah.

Bagaimanapun, selama empat hari penuh mengikuti kegiatan kepanduan di Bumi Perkemahan Songkhla secara bersama- sama, telah membentuk kebersamaan dan ikatan khusus di antara mereka selaku anggota Pandu Dunia, walaupun berbeda bangsa.(**)

Seni dan Kembang Api Menghiasi Kemeriahan Penutupan Jambore Thailand Seni dan Kembang Api Menghiasi Kemeriahan Penutupan Jambore Thailand Reviewed by bams nektar on June 19, 2019 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads