Header AD

header ads

10 Keistimewaan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Di Batam




Pulau Batam baru saja membangun sebuah masjid megah yang letaknya berada di lokasi yang terdekat dengan jejeran pusat shipyard Batam, yakni jalan Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Batam. Masjid megah ini segera menjadi kebanggaan masyarakat Batam dan Kepri seketika, walaupun belun diresmikan secara formal.

Mengapa masjid ini begitu dielu-elukan oleh masyarakat Provinsi Kepri? Berikut beberapa ulasan tentang masjid ini yang sangat istimewa.
Dinamai Dengan Nama Pahlawan Nasional



Masjid ini diberi nama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Sultan Mahmud Riayat Syah atau Sultan Mahmud Syah III dilantik menjadi Sultan tahun 1761 M pada usia belia. Saat itu dia masih berusia dua tahun. Pusat pemerintahannya berada di Hulu Riau (Kota Raja) selama 26 tahun, yaitu dari 1761-1787 M.

Sultan Mahmud Riayat Syah memilih taktik perang melawan Belanda dengan memindahkan Ibu Kota kerajaan di Lingga hingga akhir hayatnya, 1812 M. Sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Johor-Riau-Lingga dan Pahang, banyak kebijakan Sultan Mahmud Syah III yang strategis dan monumental.

Salah satu kebijakannya adalah dengan memerintahkan perjuangan melawan penjajah dalam perang di Teluk Riau dan Teluk Ketapang Melaka pada 1784. Dalam peperangan ini, panglima perang Raja Haji Fisabillillah, meninggal.

Meski mengalami kekalahan, perjuangan Sultan Mahmud Syah III melawan penjajah tidak pernah surut. Dia semakin memperkuat armada perangnya, menyusun strategi dan membangun pusat-pusat ekonomi di dalam wilayah kerajaannya.

Sultan Mahmud Riayat Syah juga mempererat hubungan kerajaan antara kerajaan Riau-Lingga-Johor dan Pahang dengan beberapa kerajaan lainnya seperti Jambi, Mempawah, Indragiri, Asahan, Selangor, Kedah dan Trenggano.

Sultan Mahmud Riayat Syah, menguatkan persaudaraan antara Melayu dan Bugis melalui 'sumpah setia' dan pernikahan antara kedua belah pihak. Kebijakan ini terbukti dapat menjadi senjata ampuh, melawan penjajah yang terkenal dengan politik adu dombanya.

Pada masa Sultan Mahmud Riayat Syah juga, Lingga dirintis menjadi pusat tamaddun Melayu. Salah satunya, sultan menggalakan dunia tulis (mengarang) dalam kitab-kitab ajaran agama Islam dan bahasa (sastra) Melayu.

Pulau Penyengat dijadikan mas kawin oleh Sultan Mahmud Riayat Syah untuk pernikahannya dengan Engku Puteri Raja Hamidah binti Raja Haji. Berkat perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah pula, akhirnya Lingga dan Pulau Penyengat menjadi kota yang hebat. Lingga kemudian dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu dan Pulau Penyengat sebagai Pulau Indera Sakti.

Sultan Mahmud Riayat Syah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Kamis, 9 November 2017 lalu. Penganugerahan ini diberikanpPresiden dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun 2017. Gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Mahmud Riayat Syah diterima langsung titisan kedelapannya, yaitu Tengku Husein Saleh. Selain zuriat dan ahli waris, tampak hadir pada penganugerahan itu Bupati Lingga saat itu, Alias Wello dan tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri H Huzrin Hood.

Masjid Terbesar Di Sumatera


Dibangun di atas tanah seluas 41,422 meter persegi atau 4 hektar lebih, membuat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini menjadi masjid terbesar di seantero wilayah Sumatera. Kebesaran dan kemegahan masjid ini benar- benar seperti melambangkan wibawa seorang sultan atau raja yang agung. Sesuai dengan nama yang disematkan kepadanya.

Menampung Ribuan Jamaah

Ruang Shalat utama di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini berukuran 4.000 meter persegi, dan mampu menampung hingga 5.555 jamaah. Kebayang bukan bagaimana luasnya ruang shalat utama masjid ini? Secara total, Masjid Sulatan Mahmud Riayat Syah dapat menampung 24.536 orang jamaah dalam waktu yang bersamaan. Tak heran, karena masjid ini juga memiliki ruang shalat di basement dan di lantai duanya.

Kubah Terbesar Di Indonesia



Dengan besar dan megahnya bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, desain kubahnyapun dibuat sangat besar, ukurannya 64 x 64 meter persegi. Dengan ukuran yang sedemikian besar menjadikan kubah Masjid Suatan Mahmud Riayat Syah menjadi kubah yang terbesar di Indonesia.

Tinggi kubahnya dari lantai sekitar 41 meter dan tinggi plafonnya 37,98 meter. Dengan komposisi tersebut, ruang Masjid Sulatan Mahmud Riayat Syah terasa lapang dan adem ditempati ribuan jamaah. Selain itu, ruangan ini juga dilengkapi dengan penyejuk udara.

Total kubah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah 9 kubah. Selain kubah utama dan terbesar itu, ada 4 kubah gantung dan 4 kubah kecil yang menghiasi atap masjid ini.

Kubah Tanpa Tiang



Keunikan lainnya dari Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah, ruanagn utama shalatnya dibangun tanpa tiang. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah yang hadir melihat penceramah di bagian depan, tidak terganggu atau terhalang dengan adanya tiang penyangga.

Selain itu, dengan dibangunnya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini tanpa tiang, membuat masjid terlihat semakin luas.

Membran Terbaik Di Dunia



Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah mengadobsi bentuk Masjid Nabawi. Di bagian belakangnya terdapat pelataran yang juga memiliki membran atau penutup pelataran masjid. Bedanya, membrane yang dimiliki oleh Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah lebih besr ukurannya dibandingkan dengan membran yang ada di Masjid Nabawi.

Ukuran membran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah 25 x 25 meter, dan terdapat 8 membran untuk menaungi pelataran belakang masjid. Dengan 8 membran tersebut, pelataran yang dinaungi dapar mengcover area seluas 5.000 meter persegi.

Membran yang dipasang pada halaman belakang Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini adalah membrane dengan kualitas terbaik yang didatangkan langsung dari Jerman.

Menara Pandang 360 Derajat



Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah mengadobsi bentuk Masjid Nabawi. Di bagian belakangnya terdapat pelataran yang juga memiliki membran atau penutup pelataran masjid. Bedanya, membrane yang dimiliki oleh Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah lebih besr ukurannya dibandingkan dengan membran yang ada di Masjid Nabawi.

Ukuran membran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah 25 x 25 meter, dan terdapat 8 membran untuk menaungi pelataran belakang masjid. Dengan 8 membran tersebut, pelataran yang dinaungi dapar mengcover area seluas 5.000 meter persegi.

Membran yang dipasang pada halaman belakang Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini adalah membrane dengan kualitas terbaik yang didatangkan langsung dari Jerman.

Menjadi Destinasi Wisata Religi

Dengan segala keindahan dan kemegahannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dijadikan salah satu destinasi wisata religi di Kota Batam. Setelah diresmikannya nanti, masjid ini akan menjadi salah satu tujuan wisata wajib yang harus dikunjungi oleh paket- paket wisata yang dibuat di Batam.

Belum Diresmikan Sudah Dikunjungi Ulama Kondang

Walaupun Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini belum diresmikan oleh Pemerintah Kota Batam, namun kegiatan dakwah di dalamnya akan dumulai duluan. Pemerintah Kota Batam mendatangkan ulama kondang Ustadz Abdul Somad untuk memberikan tausiah di masjid ini dalam acara Tabligh Akbar bertajuk “Kemilau Muharam”.

Dapat diprediksi jamaah yang hadir di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini bakalan meluber saat acara tersebut digelar.

Wisatawan Mancanegara Pertama Terbanyak

Dengan hadirnya Ustadz Abdul Somad dalam tabligh akbar di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini, jamaah yang berasal dari luar negeripun juga berduyun- duyun datang ke Batam. Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, wisatawan mancanegara yang menghadiri tabligh akbar ini mencapai 2.000 orang.

Masing- masing wisatawan manca Negara tersebut diurus kedatangannya ke Batam melalui travel agen yang ada di Batam, yang telah jauh- jauh hari menjual paket wisata religi mendengarkan tausiah dari Ustadz Abdul Somad ini. Mereka datang dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunai Darussalam. Dengan demikian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini memcahkan rekor di angka penerimaan wisman pertama terbanyak dalam pembukaan sebuah tempat ibadah.(**)
10 Keistimewaan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Di Batam 10 Keistimewaan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Di Batam Reviewed by bams nektar on September 20, 2019 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads